Pemahaman Konsep

Apa sih keanekaragaman hayati itu?

Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman di dalam makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya, daratan, lautan dan ekosistem perairan lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman di dalam jenis, antar jenis dan ekosistem. Dalam pengertian lain. keanekaragaman hayati merujuk pada keanekaragaman semua jenis tumbuhan, hewan dan jasad renik (microorganisms), serta proses ekosistem dan ekologis dimana mereka menjadi bagiannya. (Sumber: http://perpustakaan.menlhk.go.id).

Sumber : antaranews

Lantas, apa yang terjadi kalau keanekaragaman hayati kita bermasalah?

Keanekaragaman hayati memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, seperti sebagai sumber bahan pangan, sumber energi, air, memberikan lingkungan berkualitas, sebagai penjaga kelestarian budaya, mental dan kesehatan kita sebagai manusia. Keanekaragaman hayati  merupakan aset jangka panjang bagi manusia. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya lebih untuk melakukan konservasi keanekaragaman hayati serta bioprospeksi dan bioekonomi berkelanjutan.

Kira-kira apakah ada hubungan antara kerusakan keanekaragaman hayati dengan kerusakan lingkungan dan perubahan iklim?

Aspek ekologi adalah aspek yang paling terkena akibat langsung dari terjadinya kerusakan sumber daya hayati. Bentuk gangguan ekologis yang disebabkan oleh kerusakan sumber daya kehati ini antara lain; terganggunya keseimbangan alam dan penurunan kualitas lingkungan hidup. Terganggunya keseimbangan alam ini terjadi sebagai akibat terusiknya sistem kontrol secara alami pada sebuah ekosistem yang disebabkan oleh menurunnya atau bahkan punahnya suatu populasi hayati tertentu, sementara semua populasi hayati mempunyai peranan yang sama pentingnya dalam sebuah ekosistem.

Bentuk penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh terganggunya sumber daya hayati adalah; penurunan kualitas udara dan kualitas perairan  yang disebabkan oleh pencemaran serta penurunan kualitas lahan. Saat ini, 70% ekosistem di seluruh dunia berada dalam kondisi degradasi, sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia – tingkat penurunan yang digambarkan sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya dan berbahaya” oleh Platform Kebijakan-Ilmu Antarpemerintah tentang Layanan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem (IPBES)

Sumber: https://mediaindonesia.com/weekend/545529/krisis-keanekaragaman-hayati-dan-ancaman-perubahan-iklim

Kalau seperti itu, lantas bagaimana cara kita menyelamatkan keanekaragaman hayati

Melihat banyaknya permasalahan yang ada berkaitan dengan keanekaragaman hayati, maka penting bagi kita untuk mulai melakukan aksi nyata dalam rangka menyelamatkan keanekaragaman hayati. Beberapa cara yang dapat kita lakukan antara lain:

  1. Melakukan konservasi dan restorasi habitat: Konservasi habitat penting untuk menjaga spesies yang hidup di habitat tersebut, sedangkan restorasi habitat penting untuk memulihkan lingkungan hidup dari kerusakan yang terjadi.
  2. Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya: Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pertanian dan industri sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan yang dapat merusak keanekaragaman hayati.
  3. Menanam kembali tanaman yang langka: Menanam kembali tanaman yang langka dapat membantu memulihkan populasi spesies yang terancam punah dan memperkuat keanekaragaman hayati.
  4. Menjaga kebersihan lingkungan: Menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah awal yang penting untuk mengurangi polusi dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
  5. Memperkuat perlindungan hukum terhadap satwa liar: Dengan memperkuat perlindungan hukum terhadap satwa liar dan melarang perdagangan satwa liar secara ilegal, dapat membantu mengurangi ancaman terhadap keanekaragaman hayati.
  6. Mengurangi konsumsi produk hewan dan tumbuhan yang terancam punah: Dengan mengurangi konsumsi produk hewan dan tumbuhan yang terancam punah, kita dapat membantu mengurangi permintaan dan tekanan pada spesies tersebut.